Senin, 25 Maret 2013

KESEIMBANGAN AGREGAT DEMAND (AD) – AGREGAT SUPPLY (AS)



KESEIMBANGAN AGREGAT DEMAND (AD) – AGREGAT SUPPLY (AS)

Agregat Supply atau penawaran agregat adalah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan dalam suatu negara pada suatu tahun tertentu. Penawaran agregat meliputi pendapatan nasional atau barang dan jasa yang dikeluarkan di dalam negeri ditambah dengan barang dan jasa yang diimpor. Kurva AS menerangkan tentang pendapatan nasional yang akan diwujudkan perusahaan – perusahaan pada berbagai tingkat harga.
Permintaan agregat (agregat demand) dapat didefenisikan sebagai tingkat pengeluaran yang akan dilakukan dalam ekonomi pada berbagai tingkat harga. Permintaan agregat sangat berbeda dengan pengeluaran agregat. Pengeluaran agregat menggambarkan tentang hubungan antara pengeluaran yang akan dilakukan dalam perekonomian dengan pendapatan nasional.

PERBEDAAN TEORI KLASIK DAN TEORI KEYNES
PANDANGAN KLASIK
PANDANGAN KEYNES
·         Perekonomian selalu mencapai tingkat kesempatan kerja penuh.
·         Penawaran dengan sendirinya menciptakan permintaan (supply creates its own demand). Maksudnya: dalam ekonomi terdapat cukup banyak permintaan dan oleh sebab itu setiap jenis barang yang diproduksikan akan dapat terjual di pasar.
·         Segi penawaran adalah sangat penting peranannya dalam menentukan kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional sesuatu negara.
·         Tingkat permintaan efektif yaitu pengeluaran agregat dan permintaan agregat akan menentukan sejauh mana produksi nasional akan diwujudkan dalam ekonomi dan kesempatan kerja akan dicapai.
·         Dalam perekonomian, kesempatan kerja penuh tidak akan selalu dicapai. Yang kerap berlaku adalah masalah pengangguran.


PANDANGAN KEYNES: UANG DAN KEGIATAN EKONOMI
Ahli – ahli ekonomi klasik berpendapat “money is neutral” atau uang adalah netral. Maksudnya uang tidak dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi. Menurut ahli – ahli ekonomi klasik, kesempatan kerja penuh selalu dicapai. Dalam keadaan seperti ini pendapatan nasional tidak dapat ditambah. Apabila jumlah uang dalam ekonomi bertambah, menurut ahli – ahli ekonomi klasik, perubahan ini tidak dapat menaikkan pendapatan nasional. Pertambahan tersebut hanya akan meningkatkan harga – harga barang dalam perekonomian.  Pandangan ini dinamakan TEORI KUANTITAS.
Teori Keynes mengenai peranan uang dalam kegiatan ekonomi sangat berbeda dengan pendapat ahli – ahli ekonomi Klasik. Bagi Keynes uang tidak netral.  Artinya : perubahan – perubahan dalam jumlah uang dalam ekonomi dapat mempengaruhi kegiatan perekonomian. Perbedaan pandangan ahli – ahli ekonomi Klasik dengan Keynes mengenai peranan uang dalam kegiatan ekonomi dan tingkat harga dapat dibedakan kepada dua aspek:
1.      Perbedaan pandangan dalam penentuan suku bunga
2.      Perbedaan pandangan mengenai efek perubahan jumlah uang dalam ekonomi (atau jumlah penawaran uang) kepada kegiatan ekonomi.

Ad 1. Penentuan Suku Bunga
Suku bunga ditentukan oleh tabungan yang tersedia dalam masyarakat dan permintaan dana modal untuk investasi. Kedua faktor tersebut ditentukan oleh suku bunga. Maka perubahan tabungan dan perubahan permintaandana modal akan menimbulkan perubahan kepada suku bunga. Menurut Keynes suku bunga ditentukan oleh penawaran uang dan permintaan uang.

Ad 2. Uang dan Kegiatan Ekonomi
Ahli –ahli ekonomi klasik berpendapat uang tidak dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi dan produksi nasional. Ini disebabkan karena kesempatan kerja penuh sudah dicapai. Keynes berpendapat bahwa perubahan jumlah uang akan dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi. Hubungan antara perubahan jumlah uang dengan kegiatan ekonomi akan melalui proses berikut:
1.      Perubahan jumlah uang akan mempengaruhi suku bunga. Apabila jumlah uang bertambah suku bunga akan turun.
2.      Penurunan suku bunga akan menambah investasi dalam perekonomian.
3.      Pertambahan dalam investasi akan menambah pengeluaran agregat dan selanjutnya pertambahan pengeluaran agregat ini akan menambah pendapatan nasional.

PERKEMBANGAN ANALISIS AD – AS
1.      Pandangan pokok teori makroekonomi Keynesian
Pandangan Keynes meliputi tiga aspek sebagai berikut :
a.       Penranan pengeluaran agregat
b.      Penentuan suku bunga dan peranan uang
c.       Peranan pemerintah dalam menentukan tingkat kegiatan ekonomi dalam suatu tahun tertentu.

2.      Peranan Pengeluaran Agregat
Analisis Keynes merupakan analisis jangka pendek yang memperhatikan perubahan kegiatan ekonomi sebagai akibat dari perubahan pengeluaran agregat. Dalam analisis itu tidak diperhatikan mengenai perkembangan teknologi dan perubahan kualitas faktor – faktor produksi. Jumlah dan kualitas faktor – faktor produksi dianggap tetap. Oleh sebab itu dalam analisis tersebut terdapat pertalian yang erat diantara pengeluaran agregat dengan kegiatan ekonomi, produksi nasional dan tingkat kesempatan kerja. Apabila pengeluaran agregat bertambah maka kegiatan ekonomi, produksi nasional dan kesempatan kerja akan meningkat. Peningkatan kesempatan kerja akan mengurangi pengangguran.

3.      Peranan Uang dan Suku Bunga
Keynesian meneranglkan efek perubahan penawaran uang kepada kegiatan ekonomi melalui rangkaian peristiwa berikut:
a.       Efek peubahan penawaran uang ke atas suku bunga
b.      Efek perubahan suku bunga ke atas investasi
c.       Efek perubahan investasi ke atas pengeluaran agregat dan pendapatan nasional.
Rangkaian peristiwa ini dinamakan mekanisme transmisi.

4.      Peranan Kebijakan Pemerintah
Analisis makroekonomi Keynesian sangat menekankan kepada peranan pemerintah dalam mempengaruhi kegiatan ekonomi. Tanpa adanya campur tangan pemerintah, yaitu apabila penentuan kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur oleh pasaran bebas, ekonomi akan menghadapi masalaah sebagai berikut:
a.       Ekonomi sukar untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh
b.      Terdapat perubahan yang besar dalam kegiatan ekonomi dari waktu ke waktu.
Keynesian menekankan perlunya campur tangan pemerintah dalam usaha untuk mencapai tingkat kesempatan kerja penuh tanpa inflasi. Kebijakan pemerintah dibedakan menjadi dua, yakni: kebijakan fiscal dan kebijakan moneter.

5.      Dua Kelemahan Penting Analisis Keynesian
a.       Analisis Keynesian tidak memperhatikan efek perubahan harga – harga terhadap pengeluaran agregat dan keseimbangan pendapatan nasional.
b.      Analisis Keynesian mengabaikan peranan penawaran agregat dalam menentukan keseimbangan pendapatan nasional. Analisis Keynesian tidak menganalisis mengenai ciri – ciri oenawaran agregat, dan bagaimana penawaran agregat akan mempengaruhi keseimbangan pendapatan nasional.

6.      Uang, Kegiatan Ekonomi dan Tingkat Harga
Jumlah uang akan mempengaruhi tingkat harga. Ahli ekonomi klasik berpendapat apabila penawaran uang dalam ekonomi bertambah maka pertambahan itu akan menimbulkan kenaikan harga – harga yang sama tingkatnya dengan pertambahan penawaran uang. Keadaan ini akan berlaku oleh karena
a.       Perekonomian telah mencapai kesempatan kerja penuh
b.      Laju peredaran uang tetap
c.       Uang hanya digunakan untuk tujuan transaksi saja
Keynes berkeyakinan bahwa dalam perekonomian yang menghadapi waktulah pengangguran yang tinggi, pertambahan uang tidak akan menimbulkan efek buruk ke atas kestabilan harga. Oleh sebab itu  dalam analis Keynes mengenai peranan uang dalam perekonomian selalu dianggap kenaikan penawaran uang tidak mengubah tingkat harga. Golongan Monetaris berpendapat: pertambahan penawaran uang dapat mengakibatkan kenaikan harga dan juga kenaikan pendapatan nasional.

7.      Kelemahan Analisis Keseimbangan Keynesian
Analisis Keynes mengenai penentuan tingkat kegiatan ekonomi dan pendapatan nasional sangat menekankan kepada segi permintaan. Keseimbangan pendapatan nasional dicapai pada keadaan dimana penawaran agregat adalah sama dengan pengeluaran agregat atau Y=AE. Usaha untuk menerangkan keseimbangan dengan menggunakan pendekatan: penawaran agregat adalah sama dengan permintaan agregat, atau pendekatan AD – AS, sangat terbatas dilakukan dan tidak menggambarkan keadaan dalam masyarakat yang sebenarnya berlaku.

8.      Analisis AD – AS Menurut Pandangan Klasik
Analisis AD – AS yang menggambarkan pandangan ahli – ahli ekonomi klasik yang ditunjukkan dalam gambar 7.1 (b). menurut pendapat klasik apabila permintaan agregat bertambah, afeknya adalah pendapatan nasional tetap sebesar YF  akan tetapi harga akan meningkat.
9.      Bentuk Analisis AD – AS Masa Kini
Kurva AS yang ditunjukkan dalam gambar tidak sesuai dengan keadaan ekonomi yang sebenarnya karena pada umumnya perekonomian tidak selalu mencapai kesempatan kerja penuh. Secara teori kurva AS harus berbentuk melengkung ke atas dan studi secara empirical menunjukkan bahwa semakin rendah pengangguran, semakin cepat tingkat inflasi. Secara teori dan berdasarkan kepada kenyataan sebenarnya, kurva AS harus berbentuk melengkung ke atas.

Dalam analisis AD – AS yang telah disempurnakan, penawaran agregat dibedakan kepada: penawaran agregat jangka pendek (SRAS) dan penawaran agregat jangka panjang (LRAS). Gambar dibawah ini menunjukkan hubungan SRAS dan LRAS. Kurva SRAS adalah kurva yang terus menerus melengkung ke atas dan memotong garis tegak pada Y1 . Sesudah memotong garis tegak pada  Y1  kurva SRAS akan menjadi semakin tinggi tingkat kenaikannya.
Kurva SRAS menunjukkan:
a.       Apabila tingkat harga adalah Pf maka ekonomi akan mencapai kesempatan kerja penuh
b.      Apabila harga yang berlaku adalah P1  output yang ditawarkan perusahaan hanyalah bernilai Y1 dan pengangguran berlaku
c.       Pada harga P2 nilai output negara adalah Y2 , yaitu lebih tinggi dari YF, oleh karena perusahaan mampu mengeluarkan lebih banyak.

KURVA PERMINTAAN AGREGAT (AD)
a.      Cara Menerbitkan Kurva AD
Kenaikan harga menyebabkan pendapatan riil masyarakat menurun dan seterusnya menyebabkan nilai riil konsumsi rumah tangga juga merosot. Seterusnya inflasi akan menaikkan suku bunga dan kenaikan ini akan mengurangi investasi. Kesimpulannya : kenaikan harga menyebabkan nilai riil pengeluaran agregat merosot dan menurunkan pendapatan nasional riil pada keseimbangan.
Berdasarkan kepada peristiwa ini secara grafik sekarang dapat ditunjukkan dua hal berikut.
1.      Efek kenaikan harga ke atas keseimbangan pendapatan nasional.
2.      Cara mewujudkan kurva permintaan agregat.
Kurva AD dapat didefenisikan sebagai suatu fungsi yang menggambarkan hubungan antara tingkat harga dengan jumlah pengeluaran agregat yang akan dilakukan dalam perekonomian. Perbedaan arti konsep pengeluaran agregat dan permintaan agregat yakni pengeluaran agregat berlaku pada harga tetap, sedangkan permintaan agregat berlaku pada harga yang berubah.

b.      Sifat Utama Kurva AD
Kurva AD selalu merupakan suatu garis yang menurun dari kiri atas ke kanan bawah. Artinya: semakin rendah tingkat harga, semakin besar permintaan agregat yang wujud dalam perekonomian. Sifat kurva AD yang menurun ke bawah ini disebabkan oleh beberapa faktor yang diterangkan di bawah ini.
1.      Tingkat Harga, Suku Bunga dan Investasi
Apabila harga adalah stabil, atau tingkat inflasi sangat rendah, suku bunga cenderung akan berada pada tingkat yang rendah. Semakin tinggi inflasi, suku bunga cenderung akan menjadi semakin tinggi.
Terdapat perkaitan yang rapat pula di antara suku bunga dengan investasi, yaitu semakin tinggi suku bunga akan menyebabkan penurunan dalam investasi. Kemerosotan investasi menyebabkan pengurangan pengeluaran agregat. Kenaikan harga akan menimbulkan proses perubahan sebagai berikut:
i.                    Harga naik menyebabkan suku bunga naik
ii.                  Suku bunga naik menyebabkan investasi turun
iii.                Investasi yang merosot menyebabkan pengeluaran agregat dan pendapatan nasional riil merosot.

2.      Tingkat Harga, Ekspor dan Impor
Tingkat harga akan menjadi salah satu faktor penting yang menentukan ekspor dan impor suatu negara. Secara umum dapat dikatakan:
i.                    Apabila barang – barang dalam suatu negara adalah relative lebih murah, ekspor akan meningkat, dan impor berkurang, dan sebaliknya
ii.                  Apabila barang – barang dalam satu negara adalah relative lebih mahal ekspor akan merosot dan impor meningkat.
Dapat disimpulkan: kenaikan harga akan menurunkan ekspor neto dan pengangguran ekspor neto akan menurunkan pengeluaran agregat dan pendapatan nasional riil.
c.       Perpindahan Kurva Permintaan Agregat AD
1.      Efek Pertambahan Komponen Pengeluaran Agregat
Pertambahan investasi akan menambah pendapatan nasional akan tetapi tingkat harga tidak berubah dan tetap. Kenaikan investasi memindahkan keseimbangan dan pada keseimbangan yang baru ini tingkat harga tetap tetapi pendapatan nasional riil meningkat.

2.      Efek Pertambahan Bocoran
Unuk menunjukkan efek pertambahan bocoran terhadap kurva permintaan agregat AD digunakan gambar 7.5. bagian (a) menunjukkan keseimbangan pendapatan nasional dengan menggunakan pendekatan Y=AE.

KURVA PENAWARAN AGREGAT (AS)

a.      Cirri – Ciri Kurva AS
Kurva penawaran agregat AS adalah suatu kurva yang berbentuk melengkung dari kiri – bawah ke kanan – atas, dengan tingkat kelengkungan yang semakin lama semakin tinggi. Kurva penawaran agregat pada hakikatnnya menggambarkan tentang hubungan diantara tingkat harga yang berlaku dalam ekonomi dan nilai produksi riil yang akan ditawarkan dan diproduksi oleh semua perusahaan dalam suatu perekonomian.
b.      Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Bentuk Kurva AS
Dua faktor yang dapat dipandang sebagai penyebab dari bentuk kurva AS yang melengkung ke atas yaitu: ciri – ciri fungsi produksi dan ciri – ciri pasaran tenaga kerja.
1.      Efek HubHHukum Hasil Tambahan yang Semakin Berkurang
Jumlah output atau nilai produksi riil, ditentukan oleh jumlah tenaga kerja yang digunakan. Fungsi produksi jangka pendek tersebut dipengaruhi oleh hokum hasil tambahan yang semakin berkurang, yaitu apabila jumlah tenaga kerja ditambah, produksi marjinal yang diciptakan oleh pertambahan tenaga kerja tersebut adalah lebih rendah dari tenaga kerja sebelumnya.
Kurva AS yang melengkung ke atas tersebut menggambarkan cirri perhubungan berikut: semakin tinggi tingkat bunga, semakin besar jumlah barang yang diproduksikan dan ditawarkan para pengusaha.

2.      Pasaran Tenaga Kerja dan Kurva Penawaran Agregat
Gambar 7.7 menunjukkan bahwa semakin tinggi kesempatan kerja, semakin tinggi tingkat upah yang diterima para pekerja. Upah yang semakin tinggi ini akan menaikkan biaya produksi. Maka, untuk tetap memperoleh keuntungan dan dapat meneruskan operasinya, penawaran agregat dalam ekonomi hanya akan ditingkatkan oleh perusahaan – perusahaan apabila tingkat harga semakin tinggi.

3.      Tingkat Pengangguran dan Tingkat Kenaikan Upah
Terdapat suatu hubungan yang negative di antara kenaikan tingkat upah dengan tingkat pengangguran. Pada tingkat pengangguran tinggi, tingkat kenaikan upah adalah rendah, dan apabila tingkat pengangguran rendah, persentase kenaikan tingkat upah meningkat.
c.       Perpindahan Kurva AS
1.      Perpindahan Kurva AS Ke Atas/Ke Kiri
Perpindahan kurva penawaran agregat dapat disebabkan oleh salah satu atau gabungan faktor – faktor yang ditengkan dalam uraian berikut.
i.                    Harga bahan mentah meningkat atau biaya lain meningkat
ii.                  Kenaikan upah tenaga kerja

2.      Perpindahan Kurva AS Ke Bawah/Ke Kanan
Perpindahan kurva penawaran agregat dapat disebabkan oleh salah satu atau gabungan faktor – faktor sebagai berikut.
i.                    Perkembangan teknologi
ii.                  Perkembangan infrastruktur
iii.                Pajak, izin usaha dan administrasi pemerintah

KESEIMBANGAN PERMINTAAN – PENAWARAN AGREGAT (AD – AS)

a.      Keseimbangan Makroekonomi
Beberapa penulis menamakan keseimbangan AD – AS sebagai keseimbangan makroekonomi karena  analisis ini telah memasukkan unsure perubahan harga dalam analisis keseimbangannya, yaitu analisis ini lebih lengkap daripada analisis keseimbangan pendapatan nasional.

b.      Perubahan Keseimbangan dan Penyebabnya
Keseimbangan permintaan agregat – penawaran agregat akan selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu sesuai dengan perubahan dalam keadaan perekonomian.
i.                    Efek Perubahan Kurva AD
Perubahan dalam permintaan agregat yang tidak diikuti oleh perubahan penawaran agregat akan menimbulkan perubahan harga dan pendpatan nasional riil kea rah yang bersamaan, yaitu kedua – duanya meningkat atau kedua – duanya merosot.

ii.                  Efek Perubahan Kurva AS
Analisis mengenai perubahan kurva penawaran agregat AS menunjukkan bahwa perubahan tersebut akan mengakibatkan perubahan harga dan pendapatan nasional riil kea rah yang bertentangan.

iii.                Efek Perubahan Serentak AD dan AS


4 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Lucky Nainggolan24 Mei 2013 08.32

    Trimakasih kak buat postingannya..
    kalau ada materi tentang ekonomi tolong di post ya kak.. :D

    BalasHapus
  3. gambar kurvanya manaaaaa :(

    BalasHapus
  4. waduhh gambar kurvanya gak bisa ke baca itu knp ya ?

    BalasHapus